Vaginosis Bakteri bukan infeksi tetapi peningkatan jenis bakteri
jinak yang biasa hadir dalam vagina. Kondisi ini hanya membuat tidak nyaman
karena menyebabkan vagina mengeluarkan lendir berwarna bening keabu-abuan yang
berbau menyengat ( seperti ikan busuk ). Selain ketidaknyamanan, vaginosis tidak menyebabkan masalah
lain. Keseimbangan alami antarbakteri berbeda biasanya akan pulih sendiri
secara alami dalam beberapa hari.
Penanganan
Kebanyakan vaginosis terjadi tanpa alasan yang jelas dan tidak
dapat dicegah. Beberapa tips berikut dapat mengurangi risikonya dengan tidak
mengganggu keseimbangan normal flora vagina:
·
Jangan mendorong air ke dalam
vagina Anda untuk membersihkannya (douching).
·
Jangan menambahkan minyak,
antiseptik, sabun, shampoo dll, ke dalam air mandi.
·
Jangan gunakan deterjen keras
untuk mencuci pakaian dalam Anda.
·
Jangan mencuci sekitar vagina
Anda terlalu sering. Sekali sehari biasanya cukup.
sumber:
patient.co.uk
Banyak wanita yang mendapati vaginanya berbau menyengat kemudian
membersihkan vagina secara intensif. Hal ini justru memperparah kondisinya dan
meningkatkan risiko infeksi. Mencuci vagina berlebihan, apalagi dengan sabun
antiseptik, akan meningkatkan pH sehingga mengganggu keseimbangan flora vagina.
Bila Anda memiliki masalah bau
vagina, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengembalikan keasaman agar
terjadi keseimbangan flora vagina. Membasuh daerah kemaluan dengan air hangat
dan sabun ringan ber-pH netral sudah cukup pada kebanyakan kasus. Bila masalah
Anda masih berlanjut setelah beberapa hari, konsultasikan dengan dokter Anda.
Dokter dapat memeriksa bila ada kondisi lain seperti penyakit menular seksual ( PMS ) atau infeksi yang
menyebabkan bau tidak sedap.
Minum teh Teki 1 saset perhari,
berdasarkan pengalaman yang minum teh Teki dalan 3 hari sudah terasa manfaatnya. ( Lihat cara penggunaan )
Terimakasih Atas Kunjungan Anda


Tidak ada komentar:
Posting Komentar